(国民健康保険)Asuransi Kesehatan Nasional.
日本は、経済の面において、資本主義国家だが、福利厚生の分野において社会主義国家である。日本では、六ヶ月以上の滞在許可を持った外国人を含めて全国民は、国民健康保険に加入する義務と権利を持つ。無論、無料ではない。国民健康保険の被保険者は、所得に基づいて毎月保険料を払わないといけないのである。病気をして医療機関に治療してもらった際に、国民健康保険はかかった費用の7割を負担してくれる。
所得の高い人は高い保険料を払わなければならないので不公平に聞こえるかもしれないが、これこそ連帯意識だ。日本社会は、宗教を知らない。そして、彼らの頭に、『寄付』という概念が根付いていない。しかしながら、社会の幸福のために、日本人は制度的に『寄付』を払うと義務付けられている。
さて、インドネシアは、どうなるのか?我々のおなじみのASKES(健康保険)がある。国家公務員とその退職者だけが対象だったというイメージがあったが、最近、少しずつ被保険者数が増えて来た。インドネシア国民の大部分は、納税者登録番号が登録してあたったら(納税する) インドネシア政府は、全国民に、健康保険に加入することを義務づけることが不可能なことではない。
Jepang merupakan negara kapitalis dalam sektor ekonomi. Namun demikian, dalam sektor kesejahteraan sosial, Jepang adalah negara sosialis.Di Jepang, semua penduduk, termasuk warga negara asing yang memiliki ijin tinggal di atas 6 bulan, berhak dan diharuskan mengikuti program Asuransi Kesehatan Nasional.Tentu saja tidak gratis, karena semua peserta program Asuransi Kesehatan Nasional ini harus membayar premi asuransi kesehatan setiap bulannya sesuai dengan pendapatan yang diterimanya. Jika kita sakit dan berobat ke dokter, maka 70% dari biaya pengobatan ditanggung oleh Asuransi kesehatan Nasional.
Terkesan tidak adil mungkin, karena mereka yang berpenghasilan lebih harus mengeluarkan banyak uang.Namun inilah yang dinamakan solidaritas. Masyarakat Jepang tidak mengenal agama. Dan dalam kamus mereka tidak ada istilah sedekah.Walaupun demikian, secara sistematik mereka "wajib" membayar sedekah untuk kemaslahatan bersama.
Bagaimanakah dengan negara Indonesia? Kita mengenal ASKES(Asuransi Kesehatan). Walaupun pada awalnya asuransi ini terkesan hanya untuk pegawai negeri dan pensiunannya saja, namun dewasa ini jangkauan jaminannya mulai meluas sedikit demi sedikit.Jika sebagian besar penduduk sudah teregistrasi NPWPnya, bukan tidak mustahil bagi pemerintah Indonesia untuk "mewajibkan" penduduknya membayar premi asuransi kesehatan nasional bagi seluruh rakyat
0 comments:
Post a Comment